Beranda / Berita / Regulasi Dinilai Jadi Kunci, DKP Papua Tengah: SDA Melimpah Belum Tentu Sejahterakan Rakyat

Regulasi Dinilai Jadi Kunci, DKP Papua Tengah: SDA Melimpah Belum Tentu Sejahterakan Rakyat

Berita terbaru Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah.

3 Juni 2026 Admin 16 tayangan 0 suka 0 tidak suka

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Tengah, Dr. Carlos Matuan, S.St.Pi., MM, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Papua belum otomatis mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila tidak didukung regulasi yang berpihak kepada daerah. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/6/2026).

Menurut Carlos, Papua memiliki potensi SDA yang sangat besar, baik di sektor perikanan maupun sumber daya lainnya. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kewenangan daerah dalam mengelola sumber daya yang ada.

“Papua memiliki SDA yang cukup besar. Tetapi untuk mendapatkan manfaat yang maksimal tentu ada proses dan regulasi yang harus mendukung. Jika regulasi dibuka dengan baik dan daerah diberikan kewenangan yang cukup, maka potensi itu bisa memberikan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai berbagai kebijakan dan pemangkasan yang terjadi dalam sistem pengelolaan sumber daya dapat berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Kalau kewenangan tidak diberikan dan regulasi tidak dibuka, maka hasilnya tidak akan maksimal. Walaupun SDA tersedia, manfaatnya belum tentu dirasakan daerah maupun rakyat,” tegasnya.

Hanya Dua Kabupaten Pesisir

Carlos menjelaskan, Papua Tengah memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dibandingkan provinsi lain di Tanah Papua. Dari seluruh kabupaten yang ada, hanya dua daerah yang memiliki wilayah laut, yakni Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika.

“Di Papua Tengah yang memiliki wilayah laut hanya dua kabupaten, yaitu Nabire dan Mimika. Selebihnya merupakan wilayah daratan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi kelautan dan perikanan lebih terkonsentrasi pada dua daerah tersebut, terutama Mimika yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar dari sektor perikanan tangkap.

Tuna, Cakalang dan Tongkol Jadi Andalan

Untuk sektor kelautan, hasil tangkapan ikan masih menjadi komoditas unggulan Papua Tengah. Jenis ikan yang paling banyak dihasilkan antara lain tuna, cakalang dan tongkol yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil.

“Hasil laut utama kami adalah ikan tangkap, terutama tuna, cakalang dan tongkol,” ungkap Carlos.

Komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan domestik, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Sejumlah negara tujuan ekspor antara lain Singapura dan Amerika Serikat.

Meski demikian, pengiriman ekspor dari Papua Tengah hingga kini masih dilakukan melalui daerah lain seperti Surabaya dan Jakarta.

“Ekspor ada ke Singapura dan Amerika, tetapi jalurnya masih melalui Surabaya dan Jakarta,” jelasnya.

Produksi Bergantung Musim

Carlos menambahkan, volume ekspor perikanan tidak dapat ditetapkan secara pasti setiap tahun karena sangat bergantung pada hasil tangkapan nelayan dan kondisi alam.

Menurutnya, faktor musim menjadi salah satu penentu utama keberhasilan produksi perikanan tangkap di wilayah Papua Tengah.

“Kami tidak bisa menetapkan target tonase tertentu karena semuanya tergantung hasil tangkapan. Saat kondisi tertentu atau musim tertentu, hasil tangkapan bisa menurun,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan ruang yang lebih besar kepada daerah dalam mengelola potensi sumber daya yang dimiliki agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Papua.

“Yang terpenting adalah bagaimana potensi yang ada bisa benar-benar memberi manfaat bagi daerah dan rakyat. Itu yang menjadi harapan kami,” tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tulis Komentar